Sunday, December 30, 2012

Cerita Dewasa - Tanda Terima Kasih Tante Kesepian

Suasana malam minggu ramai memang banyaknya

orang yang hadir membuat Rony pemuda yang memang sedang berjojing ria

membuatnya gerah, pengunjung bar banyak yang membawa pasangan, Rony

tidak sendiri dia datang dengan Igor yang tengah asyik berjojing dengan

seorang wanita yang juga pengunjung diskotik Shinta.



"Hai, boleh aku duduk?!" suara wanita menyapa.



Rony menoleh tersentak dari perhatiannya pada Igor.



"Please..?" balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.


"Sendiri?" sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.


"Akh nggak? bareng temanku, tuh" tunjuk Rony pada Igor yang saat itu sedang mendekatinya.




"Hai Ron.. Kenalin dong" sergah Igor.


"Boleh juga boncegan lo.." bisik Igor pada Rony.


"Gila lo.. gue aja belum kenal"


"Ron..?! Kenalin Vira.."


"Vira.." kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.


"Rony..?!" balas Rony.


"Ron sorry nich aku bakal jalan duluan sama Vira, disini terlalu ramai"


"Terus gue gimana?" Tanya Rony.


"Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?"




"Dasar gila lo, nich?!" Maki Rony.



Kini hanya tinggal Rony dengan wanita itu didalam diskotik Shinta yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.



"Ron.?!"


Rony menoleh,"Ya..?"


"Boleh aku minta tolong anterin pulang?" Pinta wanita itu pada Rony sambil menyerahkan kunci kontak.



Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan

diskotik Shinta. Mobil yang dikendarai Rony menuju kawasan perumahan

Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.



"Nich cewek kayaknya Tante-Tante?" Bathin Rony setelah

memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya

kira-kira 35-an. Sepanjang perjalanan Rony memperhatikan wanita yang

tertidur disebelahnya. Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya

sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus

ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat

sangat mulus dan sangat seksi. Tiba tiba pikiran joroknya mulai

merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tangan

Rony mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat

jelas CD wanita itu.



"Gila merah juga?" Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.





Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.



"Busyet mantep banget nich?" Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.


"Sial lagi asyik sudah sampai?!" Gerutu Rony sambil melepas remasan

kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi.

Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil

membersihkan matanya.


"Dimana ini?"


"Mau masuk perumahan Tan?" Jawab Rony.


"Belok kiri no.13" tunjuk Tante itu rumahnya.


"Ok" Rony mengiyakan.



Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna

biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot

pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke

dalam garasi.





"Mari Tan.." bermaksud memapah Tante itu.


"Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok" tolak Tante itu halus.


"Ayo masuk" ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.



Jalannya yang anggun membuat Rony menelan air ludah. Pantat gede

Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan

mulus.



"Silahkan duduk..?!" mempersilahkan Rony duduk.


"Tanks Tante?" balas Rony.


"Oh ya siapa namamu tadi?" tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.


"Rony" balas Rony sedikit berteriak agar terdengar.





Tante Susi membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Rony rapat sekali membuat Rony agak keki.



"Silahkan minum?" sambil menyerahkan segelas bir kaleng.


"Tanks Tan.."



Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.



"Santai aja? Haus ya?"


"Lumayan?!" balas Rony memerah.


"Oh ya.. Panggil aku Susi" Tante Susi memperkenalkan namanya.




"Tante Susi tinggal sendiri?" Mencoba Rony untuk ngobrol.


"Jangan panggil Tante Susi donk, Tante aja, apa Susi aja"


"Tante dech.." Rony memastikan.


"Sudah tua ya?" balas Tante Susi.


"Tapi Tante kelihatan masih cantik.." sambil matanya terus memeperhatikan buah dada tante Susi yang menggantung indah.


"Makasih" tersipu Tante Susi dipuji seperti itu.


"Oh ya Tante tinggal dengan siapa?" Tanya Rony penasaran.


"Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar.." jelas Tante Susi.


"Oh begitu ya..?" berarti dia kesepian nich bathin Rony.




"Kamu sudah punya pacar?" Tante Susi bertanya sambil menarik tangan Rony ke atas pahanya yang putih itu.


"Belum Tan..?!" jawab Rony menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.


"Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus-elusku"


"Maksud Tante?" bertanya heran Rony.


"Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam

karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda

terimakasih"


"Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg-deg an juga gue, gue

kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik?"

Bathin Rony.



Sekarang Rony bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante

Susi senang diperlakukan seperti itu. Tangan Rony mulai meraba paha

Tante Susi.



"Kulit Tante halus sekali..?!" bisik Rony ke telinga Tante Susi disertai jilatan halus membuat Tante Susi menggelinjang geli.


"Oh ya? Terusin dong ke atas Ron..?" pinta Tante Susi manja.





Tangan Rony masuk ke dalam celana dalam Tante Susi.



"Okh kamu ahli sekali Ron?" tangan Tante Susi mulai menjalar ke arah celana Rony dan mulai menelanjangi Rony dengan ganas.


"Tenang Tan?"


"Tanganmu itu yang membuat aku engga' tahan okh.. Okh" kembali Tante Susi mengerang kenikmatan.



Kini Rony sudah telanjang di pegangnya peler millik Rony yang lumayan besar.



"Gede juga punyamu" ucap Tante Susi sambil mulai mengulum peler

Rony Rony hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke

dalam mulut Tante Susi.


"Okh Tante okh.. Okh" sambil meremas rambut Tante Susi.




"Telanjangi aku Ron" pinta Tante Susi setelah puas mengulum peler Rony.



Rony mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Susi,

jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang

gede. Rony merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.



"Regangin pahamu Tan" pinta Rony.



Mulai ia menjilati vagina Tante Susi yang merah mungkin karena jarang di pake.



"Oh bulu jembut Tante lebat banget.."


"Tapi ok kan..?"


"Mantep Tan" ujar Rony sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Susi.




"Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Ron okh.. Enak.. Enak"



Menggelinjang eggak karuan Tante Susi menahan birahi yang mulai

merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Rony asyik

meremas payudara Tante Susi yang gede.



"Remas Ron remas yang kenceng ukh.. ukh.." sambil matanya merem

melek. Terlihat jelas oleh Rony vagina Tante lisa kembang kempis karena

kenikmatan.



"Ron masukin donk, masukin Ron.. Ukh"



Sedikit dibungkukkan tubuh roni sambil mulai mengarahkan batang

pelernya ke arah vagina Tante Susi yang sudah becek karena jilatan

lembut lidah Rony. Perlahan tapi pasti peler Rony mulai merambah masuk

ke dalam vagina Tante Susi.



"Okh.." desah Tante Susi keenakan.



Pantat Rony bergerak maju mundur.





"Okh.. Enak Ron okh.." merem melek Tante Susi dibuatnya.


"Okh.. Okh.. Goyang terus" pinta Tante Susi masih keenakan.



Rony pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada

yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Susi yang sangat

merangsang urat syarafnya menegang.



"Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh" sambil terus pantatnya

maju mundur mengoyak vagina Tante Susi yang sudah basah banget.



Mulut Tante Susi yang mendesah seksi itu disambar Rony hingga

keduanya saling berciumn liar, tangan Rony pun tidak tinggal diam

remasan liar menimpa payudara Tante Susi yang sudah keras. Cukup lama

perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan

teriakan Tante Susi yang tak tahan akan peler Rony yang beraksi.

Hingga..



"Tan.. Pindah ke lantai yu?" ajak Rony.


"Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih.."



Peler Rony masih menancap tegang di vagina Tante Susi, diangkatnya

tubuh bugil Tante Susi lalu merebahkannya diatas lantai yang

berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak

terbendung gerakan maju mundur Rony yang kadang diselingi putaran

pelernya membuat Tante Susi merem melek menahan gairah yang mungkin

sangat diharapkannya malam itu.





"Ron gantian ya?" pinta Tante Susi ganti posisi.



Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Susi berada di atas menindih tubuh Rony.



"Ron gimana kalau goyang gini" tawar Tante Susi sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.


"Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh.." sambil tangannya

terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung

indah dan mantap.


"Oh Ron aku sudah tidak kuat Ron.. Okh.. Ron.. Okh.. Ron.. Okh"


"Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh" erangan Rony menahan goyangan Tante Susi yang semakin liar.


"Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh.."



Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Rony.





"Okh.. Hisap Ron.. Okh" pinta Tante Susi sambil tangannya mengocok kencang peler Rony yang saat itu sedang di ujung banget.



Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Susi beserta cairan

yang keluar dari dalam vagina itu Tante Susi terlihat sangat menikmati

jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Susi muncrat ke wajah Rony.



"Okh.. Okh.." erangan Tante Susi sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Rony.


"Okh Ron kamu luar biasa" puji Tante Susi atas kehebatan Rony melayaninya.



Rony duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang

tangguh, dengan penuh pengertian Tante Susi mengocok peler Rony yang

sudah tegang.



"Okh.. enggak lama Tan.. Okh.."



Crot.. Crot.. Dari peler Rony keluar cairan putih kental yang

langsung dengan sigap Tante Susi memasukkan peler Rony ke dalam

mulutnya.





"Akh.. Okh.." Rony tersenyum puas begitu juga Tante Susi yang

memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan

kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Rony.



Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Susi, setelah Tante Susi

mengajak Rony ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Rony

dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.



Mampukah Rony..?

Promo : Cobalah Kehebatan anda di M88 Taruhan Online dan Tempat Judi Online terbesar di Asia. Mulai dari Poker, Casino Online, Taruhan Sports, iLotto, Keno, dan masih banyak lagi. Jadikan mimpi anda kenyataan bersama M88.com. Untuk daftar Gampang dan Mudah, Silakan daftar langsung dengan klik gambar di bawah ini :
Untuk panduan daftar M88.com bisa baca Panduan lengkap daftar M88.com.
Read More

Saturday, December 29, 2012

Cerita Dewasa/17 keatas/Bokep/Porno - Terjebak Dalam Angan - Namaku Desyantri, menurut teman-teman aku mempunyai wajah cantik, alis mata tipis dengan mata indah dan jernih yang dilindungi oleh bulu lentik, hidung tergolong mancung dan bagus, bibir tipis, mungil merah alami serasi dengan bentuk wajah. Kulit kuning langsat mulus dan terawat.


Sejak dua bulan yang lalu, aku tinggal bersama keluarga Om Benny yang masih saudara sepupu Mama, karena orang tuaku pindah tugas ke luar negeri untuk jangka 2 tahun. Usia aku 16 tahun, aku mempunyai tinggi 157 cm, dengan berat sekitar 40 kg, yah kadang sifatku memang kekanakan.


Om Benny dan istrinya Tante Tina punya seorang anak laki-laki, Didit yang berusia 4 tahun. Mereka tidak punya pembantu, setiap hari anaknya dibawa dan di titipkan pada kelompok bermain yang terletak di dekat tempat kerja Tante Tina. Tante Tina sendiri adalah seorang wanita yang manis dan tampak lesung pipitnya ketika tersenyum, badannya masih langsing walaupun sudah punya anak. Sedangkan Om Benny berumur
kira-kira 35 tahun, berkulit coklat dan ganteng, sangat menyayangi keluarganya. Meraka adalah keluarga yang harmonis. Aku merasa betah tinggal di rumah mereka, karena telah di anggap sebagai keluarga sendiri.


Om Benny mempunyai sebuah rumah mungil dengan tiga buah kamar, Aku menempati kamar paling depan dan menghadap ke jalan, suasananya nikmat. Om Benny dan istrinya menempati ruang tengah yang mempunyai kamar mandi sendiri, ada juga sebuah pintu yang menghubungkan ke kamar belakang di mana Didit biasa tidur. Ruang tamu dan ruang keluarganya cukup besar. Aku biasa menggunakan kamar mandi yang terletak di belakang dekat dapur. Bila hari libur mereka jalan-jalan dan rekreasi bersama, Aku selalu diajak, suasananya menjadi semakin menyenangkan.


Suatu malam, tidak sengaja aku terbangun mendengar suara rintihan dan dengusan nafas yang memburu dari kamar sebelah, suara itu makin lama makin keras. Aku melihat ke arah lubang angin di atas meja belajar, lampu di kamar sebelah masih kelihatan terang. Hatiku diliputi rasa penasaran, pelan-pelan aku bangun dan mematikan lampu kamar, dengan hati-hati mengendap naik di atas meja belajar, aku agak membungkuk untuk bisa melihat ke kamar sebelah melalui lubang yang cukup besar. Aku kaget melihat adegan yang terjadi di kamar sebelah, sampai hampir jatuh, tapi untung cepat sadar. Aku melihat Om Benny sedang bergumul dengan istrinya tanpa mengenakan selembar pakaian. Semula aku ingin mengurungkan niat untuk melihat perbuatan mereka,
karena rasa ingin tahuku besar dan merasa penasaran, aku kembali mengintip mereka.


Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku mulai tertegun saat Om Benny bertumpu dengan lututnya yang kebetulan menghadap ke arahku, aku semakin tegang dan terbelalak melihat titit Om Benny berdiri tegang dan besar di antara kedua pahanya, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya, sangat berbeda dengan kepunyaan Didit yang masih kecil, tengkukku mulai merinding, badanku terasa panas, tapi mataku masih terus menatapnya.


Om Benny mulai berada di atas badan Tante Tina dengan burung yang masih tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan sikunya bibir mereka saling melumat, mencium, dan kadang menjelajahi seluruh tubuh. " Kak.., ahh.., terus ssts.., ahh.., Uhh", Tante Tina merintih-rintih seperti kenikmatan. Aku semakin tegang dan mulai panas dingin melihatnya, "Kak.., ahh, terus ssts.., ahh.., uhh.., aah".


Aku yang melihat adegen itu, tanpa sadar mulai memegang dan mengelus elus tetekku sendiri, merasa nikmat, tapi tidak berani bersuara. vaginaku terasa membasah, aku baru sadar kalau berahiku mulai bangkit.



Tante Tina membimbing burung itu ke vaginanya, dan terlihat masuk,"Uhh.., aahh", tapi Benny malah memainkan ujung burungnya keluar masuk lubang vaginanya, "Ooohh Kak masukkan, aahh", terdengar rintih kenikmatan, "Aduuhh.., aahh", tangannya mencengkeram bahu Om Benny. Kemudian burungnya masuk lagi, "Ahh.., Ohh", dan Tante Tina mulai menggelinjang dan mengimbangi gerakannya sambil mendekap pinggangnya, "
Mas.., ahh, terus Mas.., ahh.., Uhh", burungnya terus menghunjam semakin dalam. Ditarik lagi, "Aahh" dan masuk lagi, "Mas.., ahh, terus Mas.., ahh.., Uhh". vaginaku sendiri makin basah dan terasa geli. Sampai suatu badannya bergeter getar dan mengejang, dan "Aahh.., oohh.., aahh" Tante Tina terkulai dengan senyumnya, di susul dengan lenguhan panjang Om Benny. Kemudian mereka rebah telentang kecapaian.


Melihat adegen itu kepalaku berdenyut, aku berusaha turun pelan-pelan dari atas meja. Semalaman aku tidak bisa tidur membayangkan adegan yang baru kulihat. Aku bayangkan sedang bergumul dengan Om Benny yang mencumbu dan memberikan kenikmatan. Menjelang pagi aku baru bisa tidur karena kelelahan.


Hari-hari berikutnya bila sedang melamun aku selalu membayangkan sosok Om Benny yang atletis itu mencumbuku, kadang aku membandingkan dengan teman-teman laki-lakiku, tapi tak ada satupun sosok temanku yang mampu menggantikan sosok Om Benny. Beberapa malam aku selalu menantikan suara-suara dari kamar sebelah, dan tidak pernah melewatkan kesempatan untuk melihat adegan yang sedang berlangsung, seperti ketagihan fantasiku melayang membayangkan diriku yang melakukan hal itu.


Aku mulai sering mencuri pandang untuk menatap dan menelusuri tubuh Om Benny dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi tidak berani memperlihatkannya secara langsung, karena takut Tante Tina mengetahui perbuatanku. Aku sangat penasaran terhadap benda yang selalu menonjol di balik celana laki-laki itu, rasanya benar-benar ingin melihatnya dari dekat, bukan samar-samar seperti saat mengintip. Hubungan mereka
masih terasa harmonis seperti biasanya.


Pagi itu hari Minggu tanggal 16 Juli 2000, Om Benny mengantarkan istri dan anaknya ke Bandara, mengejar penerbangan pertama ke Surabaya, untuk menjenguk ayah Tante Tina yang sedang sakit, sesuai rencana yang mereka bicarakan sejak beberapa hari yang lalu. Tante Tina tidak akan lama di Surabaya, esok harinya sudah kembali ke Jakarta.


Aku bangun agak siang hari itu, malas bangun karena sendirian di rumah. Dengan mata yang masih mengantuk aku mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi, mumpung rumah sepi aku ingin melulur tubuhku. Setelah menggantungkan handuk, aku mulai membuka baju tidur melalui kepala, selintas terlihat tetekku menonjol kencang di atas dada yang tidak tertutup Bra. Sejenak aku melihat ke arah tonjolan itu. Aku merasa bangga mempunyai buah dada yang indah, putingnya masih kecil dan berwarna coklat kemerahan, selenak aku melamun, alangkah senangnya seandainya Om Benny mengelus kagum tetekku, kemudian kutarik celana dalam putih itu perlahan melalui pahaku yang mulus dan betis yang indah. Saat berdiri terlihat bulu-bulu lembut kemerahan tumbuh menghiasi perut bagian bawah, bulu-bulu itu belum begitu lebat, karena masih ada bulu-bulu kecil yang sedang tumbuh.


Rambutku yang berpotongan pendek itu kututup dengan plastik penutup kepala, baru dikeramas kemarin sore, takut basah. Terasa segar saat air yang sejuk itu mengguyur badanku berkali-kali, aku kemudian mulai menggosok sekujur tubuh dengan perlahan sehingga yakin benar-benar bersih. Kukagumi sendiri lekuk-lekuk tubuh yang indah itu, aku bangga dengan bentuk tubuh yang kumiliki, sambil terus melulur, kadang membayangkannya tangan Om Benny menelusuri tubuhku.


Selesai lulur aku membilasnya dengan sabun mandi yang beraroma wangi, sampai tubuhku menjadi begitu halus dan wangi. Saat akan selesai aku mendengar bunyi telepon berdering, buru-buru kubasuh badan hingga bersih. Telepon terus berdering, Aku buru-buru menarik handuk, sampai baju tidurku jatuh dan basah, setelah melilitkan handuk seadanya ke tubuhku yang masih basah, aku keluar dari kamar mandi, tidak ada orang pikirku. Aku akan menuju telepon di ruang tamu, tapi baru ingat kalau
hanya mengenakan handuk, malu bila saat mengangkat telepon ada orang yang melihat dari arah jalan, maka aku buru-buru masuk ke kamar Om Benny, pintu kamar kubuka dan terlihat kamar itu kosong, aku masuk, menutup dan mengunci pintu itu sendiri, lalu menuju ke arah telepon di samping ranjang.


"Hallo!", aku membungkuk sehingga tak terasa pantatku tersingkap, mencoba menjawab telepon itu, tapi keburu terputus. Kututup lagi telepon itu. Pantatku kembali terlihat. " Ahh!", aku tekejut saat membalikkan badan, tak disangka Om Benny sudah pulang dan berdiri di belakangku hanya menggunakan celana dalam keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarnya, badanku sampai gemetar karena kagetnya, sekaligus
terpesona melihat tubuh Om Benny yang bagus, dada bidang itu seolah-olah seperti magnit yang menarik diriku, membuatku hanya berdiri mematung, aku tak kuasa melihat tatapan Om Benny, aku menunduk, tapi aku semakin terkejut saat melihat benda di balik celana itu bergerak makin besar, entahlah aku menjadi terpesona dan diam saja saat Om Benny menghampiriku. Selain kaget, malu dan terpesona, ada terselip keinginan
untuk mengetahui sampai di mana keberanian laki-laki ini. Tapi "..ahh" gila pikirku, karena jantungku terasa berdenyut kencang, hingga tak sadar aku malah menutup mata.



Tiba-tiba kurasakan tangan Benny mengelus pundak dengan lembut, sejenak anganku melayang terbayang adegen yang pernah kulihat. Dengusan udara hangat menerpa wajahku. Darah mudaku malah terasa meletup-letup, seakan aku tak kuasa menolak dan diam saja saat daguku diangkat, hembusan nafas hangatnya mulai menerpa wajahku, degup jantungku semakin kencang, membuatku tak berdaya saat bibirku merasakan hangatnya bibir Om Benny yang lembut dan tubuhku semakin menggigil saat hidungku
mencium bau parfum yang dikenakan Om Benny. "Ohh" aku ingin meronta, tapi hanya desahanku saja yang keluar, perasaanku tak karuan "..oohh".


Aku hanya bisa terdiam saja, dia terus mengulum bibirku, membuat sedotan-sedotan kecil, dan menggelitik ujung bibir mungilku dengan hangat. Diperlakukan seperti itu aku semakin menggigil dan hanya mampu mendesah desah, "Ahh.., Oohh.., Jangan nakal Mas", pintaku. Aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Tapi lama kelamaan ciumannya terasa hangat dan menimbulkan rasa geli yang nikmat, sehingga akhirnya aku
membalas dan mengimbang ciumannya sekali sekali. Perasaanku melayang ringan dan nyaman. Om Benny makin berani menyusupkan tangannya ke pantatku yang tidak terlidung itu, "aahh!", aku kaget sejenak dan berusaha menghalangi tangannya, tapi aku ternyata hanya sanggup memegangnya saja, ada perasaan tidak rela untuk mengakhiri perasaan nikmat ini. Makin lama elusan-elusan lembut dipantatku itu menimbulkan
perasaan nikmat yang lain.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas lumatan-lumatannya, detak jantungku semakin bertalu-talu dan badanku semakin bergetar, rasa maluku memudar, sambil merintih rintih, "Ooom.., ahh.., ahh.., Uhh", vaginaku mulai terasa basah dan terasa geli tapi nikmat, "Ohh.."


Tangan Om Benny yang satu lagi mulai menyusup di antara ketiakku, mau tak mau kedua tanganku menjadi terangkat, "Ahh.., Omm.., ahh.., uuhh", akal sehatku entah melayang ke mana, kini tangan Om Benny lebih bebas menelusuri tubuhku, tangan kiri menopang punggung, tangan kanannya terus mengelus bagian-bagian yang sensitif di pantat, ini
membuat perasaanku makin melambung, "Ssst.., ahh". Kemudian tangannya bergerak naik, hingga handuknya makin terangkat ke atas, badanku serasa lemas tak berdaya, ketika kaki kiri Om Benny dinaikkan dan mendudukkanku di atas tempat tidur. Kakinya terasa hangat di punggung, dia tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berfikir sehat, Sambil terus melumat bibir, ujung jari tangan kanannya beralih mengelus pahaku
naik pelan ke arah pangkal paha, kepalang tanggung tubuh bagian bawahku tidak tertutup apa-apa, membuat dada ini makin berdegup dan serasa darahku mendesir, membuatku kembali merintih-rintih nikmat, "Ahh.., ahh.., uhh", sebelum mencapai pangkal paha jarinya bergerak turun lagi, karena geli aku kembali merintih.


Tanpa menyentuh vaginaku yang mulai basah karena birahiku mulai bangkit, tangan kanan Om Benny terus naik dan meremas-remas lembut tetekku yang masih tertutup handuk, "Ahh.., Omm.., ahh.., Uhh", aku semakin merintih rintih nikmat, perlahan tangan Benny mulai membuka handuk dari atas dadaku dan tanpa malu lagi kubiarkan hingga terbuka, tetekku menyembul diantara handuk yang tersingkap tanpa ada perlawanan sedikitpun.


Kurasakan udara hangat di telinga, "Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Des, tubuhmu begitu indah", gumamnya lirih, membuat tubuhku makin bergetar dan nafasnya sesak menahan gejolak di dada mendengar pujian itu, kemudian Om Benny menarik kakinya dan merebahkanku di tempat tidur, Akupun mulai merasa sayang untuk menolak, "..ahh", aku mendesah kecil tanpa disadari.


Om Benny kelihatannya tahu gejolak birahiku semakin membara. Tangannya mengusap lembut dari telinga turun ke leher, mengusap lembut buah dadanya yang terbuka dan sebaliknya beberapa kali. Aku merasa terbuai seakan anganku melambung, aku kembali pasrah saja saat Om Benny mengulum bibir dengan lembut dan hangat, ada perasaan di hati untuk terus menikmati belaian belaian lembut itu. "Ja.. jangan Om.., ahh",
kedua tanganku serasa lumpuh dan tidak berusaha menahan tangan Om Benny yang kemudian merenggut handuk itu serta melemparnya ke sisi ranjang, sekilas kulihat mata Om Benny menyapu ke seluruh tubuh bugilku.


Aku menggelinjang-gelinjang geli dan nikmat saat jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadaku yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan, perasaan nikmat, geli dan anganku melambung kembali saat jemari itu mempermainkan puting susu yang masih kecil dan kemerahan itu. "Omm.., aahh.., uuhh.., ahh", birahiku makin memuncak, "..ngghh..", vaginaku semakin basah. Tanpa sadar kepalanya makin kudekap.



Perasaannya melambung kembali ketika dirasakan buah dadaku kembali di cium, dijilati dan diisap lembut. "Uuuhh" sehingga dia makin mendekap kepala Om Benny, vaginaku makin basah, dan membuatnya semakin memuncak. "Om.., ahh, terus.., ahh.., sst.., Uhh", Aku terus merintih rintih nikmat, semetara Om Benny terus memainkan buah dadaku.


"Omm.., Aahh", Om Benny tidak mempedulikan rintihanku, bahkan mulai membuka celana dalamnya sendiri. Aku melihat sesuatu menonjol keluar, aku kaget, malu, tapi ingin tahu, "..aahh". Aku makin terpana ketika melihat tubuh bugilnya. Burung itu berdiri dengan tegak dan gagah dan panjang, bentuknya sungguh menawan dengan ujung bulat dan bersih. Melihat burung itu dadaku bagai diketuk-ketuk dengan palu.


Aku mulai merapatkan kaki, ada perasaan risih sesaat kemudian hilang berganti dengan nafsu yang kembali melambung. "Ahh..", dia diam saja saat dia kembali mengulum bibir dan nafasku seperti sesak menahan gejolak birahi, saat tanganku dibimbing ke bawah, di antara pangkal paha laki-laki itu, aku hanya menurut saja karena tidak kuasa menolak, kurasakannya sesuatu yang keras bulat, hangat dan panjang, Aku sempat
sejenak mengelus-elus benda itu karena keingintahuanku, tapi kemudian perasaan malu muncul, kaget.


Tapi, "Aahh" aku tak sempat berfikir lain, Om Benny tidak memberi kesempatan sedikitpun padaku, ketika puting tetekku yang mungil mulai berdiri tegak dan mengencang dihisap kecil dan dilumat, vaginaku terasa makin geli dan makin basah, dan membuat birahiku memuncak. "Ahh.., ahh.., teruus.., ahh.., ohh", sambil terus memainkan putingku, tangan Om Benny terus menari naik turun antara lutut paha sampai pangkal paha yang putih mulus, tanpa sadar karena kenikmatan pangkal pahaku mulai
membuka kembali perlahan, dia mengusap-usap lembut di bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantat. "Truuss.., aahh.., Uuuhh", karena kegelian yang nikmat aku mulai membuka paha makin lebar, jari Om Benny yang nakal mulai menyusup dan mengelus bibir vaginaku, birahiku memuncak sampai kepala "Om nikmat.., ahh.., terus ahh.., Ohh". Aku menggelinjang dan berahiku makin membara serasa melayang. "Ahh.., teruuss.., Ooohh".


Om menempatkan kakinya di antara kedua pahaku perlahan dan aku sudah tidak peduli lagi akibat kepala ini dipenuhi gejolak birahi, bahkan sesekali aku mengangkat pantat mengimbangi elusan lembut di bibir vagina yang basah. "Om.., ahh.., terus Om, ahh.., Uhh".


Vaginaku yang basah terasa geli dan gatal yang nikmat sampai ujung kepala. Aku kagum melihat burung itu berdiri tegak dengan gagahnya, sedangkan vaginaku semakin geli dan gatal, aku tidak peduli lagi apa yang akan terjadi dengan keperawananku, aku telentang dan mulai mulai membuka lebar-lebar pahaku.


Aku makin tertegun saat Om Benny berada di atasku dengan burung yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan sikunya, bibir Benny melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuh yang sensitif. Kuluman di puting yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vagina tampaknya dilakukan dengan hati-hati, makin membasah membuat nikmat tersendiri. "Omm.., ahh.., terus ssts.., ahh.., uhh", aku makin memuncak sampai kepala terasa kesemutan, kupegang burungnya. "Ahh.." terasa hangat dan kencang. Vaginaku semakin basah geli dan gatal yang nikmat sampai ujung kepala, "aahh".


Aku tak tahan lagi, kubimbing dan kuusap-usapkan ujung burung itu ke lubang vaginaku, aku menginginkan burung itu masuk ke lubang dan merojok vaginaku yang sudah terasa sangat geli dan gatal, "Uhh.., aahh", sambil merintih rintih. Dan dia mulai memainkan ujung burungnya sampai menyenggol-nyenggol selaput daraku. "Ooohh masukkan aahh".


Setelah beberapa saat, dengan hati-hati dan pelan-pelan ujung burung yang keras, hangat tapi lembut itu mulai masuk dan menembus selaput daraku, hatiku berdesir, "aahh", aku mengejang saat selaput dara itu robek ditembus benda yang besar dan keras itu, tidak sakit, mungkin karena birahiku telah memuncak, bahkan nikmat, burungnya terasa terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik pelan-pelan dengan hati-hati. "Ahh..", terasa asing tapi menyenangkan.



Om Benny tidak mau terburu-buru karena dia tidak menginginkan lubang vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis, burungnya masuk lagi setengah, "Ahh.., Ohh..", kali ini aku benar-benar melambung, aku hanya merasakan nikmat kegelian yang memuncak saat kurasakan burung itu keluar masuk merojok vagina, dan aku mulai menggelinjang, mengimbangi gerakan-gerakan Om
Benny sambil mendekap pinggang, pangkal pahanya kubuka lebar-lebar. "Omm.., ahh.., terus.., ahh.., Uhh", burungnya terus menghunjam semakin dalam dan leluasa. Ditarik lagi, "Aahh.." dan masuk lagi, lubang vagina itu makin lama makin mengembang, hingga burung itu masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali.


Aku merasakan nikmat yang memuncak di kepala, perasaan melayang di awan-awan, semakin lama aku menahan gejolak birahi, tubuhku semakin bergetar-getar dan makin mengejang, dan sampai tak dapat tertahankan lagi, "aahh.., oohh.., uuhh", vaginaku berdenyut-denyut melepas nikmat, perasaan ini serasa lega dan tersirat rasa senang, dan tubuhku lemas, karena telah mencapai puncak orgasme. Ada perasaan bangga yang menyelimuti dirinya.


Om Benny kini semakin cepat merojok keluar masuk lubang vaginaku, "Ahh.., terus ahh..", aku kembali merasakan nikmat yang memuncak. Badanku kembali bergetar dan mengejang, begitu juga dengan Om Benny. "Ahh.., Ooohh.., Ohh.., aahh!", terasa sesuatu menyembur hangat ke dalam vagina yang masih berdenyut nikmat.


Om Benny mengeluarkan burungnya yang terpercik darah perawanku dan cairan bening, dia berbaring di sebelahku, memeluk dan mengusap kepala, aku merasa impianku jadi kenyataan, merasa aman dan nyaman, tidak ada perasaan menyesal kehilangan keperawanan, apalah gunanya keperawanan dibandingkan kenikmatan yang diberikan Om Benny barusan dan aku tidak ingin merusak keluarganya yang harmonis, aku cukup puas bila Om Benny tetap memperhatikanku. Aku tidak mau menuntut tanggung jawab, karena semua kulakukan dengan rela. Kemudian dia tersenyum puas dan aku merebahkan kepala di atas dada laki-laki yang telah memberi kenikmatan sampai aku tertidur pulas.


Sejak saat itu aku menjadi semakin ketagihan, kami selalu meluangkan waktu, baik di rumah atau di penginapan sepulang sekolah, tanpa setahu Tante Tina tentunya.

Promo : Cobalah Kehebatan anda di M88 Taruhan Online dan Tempat Judi Online terbesar di Asia. Mulai dari Poker, Casino Online, Taruhan Sports, iLotto, Keno, dan masih banyak lagi. Jadikan mimpi anda kenyataan bersama M88.com. Untuk daftar Gampang dan Mudah, Silakan daftar langsung dengan klik gambar di bawah ini :
Untuk panduan daftar M88.com bisa baca Panduan lengkap daftar M88.com.
Read More
Cerita Dewasa/17 keatas/Bokep/Porno
Cerita Dewasa/17 keatas/Bokep/Porno - Seluruh Lelaki Ingin Memperkosaku Kalau ada orang yang benci pada dirinya sendiri, barangkali aku adalah orangnya. Aku sungguh benci pada tubuhku, wajahku, rambutku dan semuanya. Ya.., perasaan itu semua timbul karena segala kelebihan yang kumiliki justru mengancam diriku sendiri.Berkali-kali jiwaku terancam karena mereka ingin memperkosaku. Yang Jebih mengherankan adalah mereka bukanlah orang lain, melainkan orang-orang yang aku kenal. Orang yang sangat dekat dengan diriku. Sungguh memalukan.Sampai sekarang aku masih terus memikirkan mengapa orang-orang di sekelilingku ingin memperkosaku. Ya ayah kandung, ayah tiriku, dan paman. Entah mengapa mereka begitu bernafsu melihatku. Padahal mestinya mereka jadi pelindungku. Aku hampir tak percaya akan semua ini. Begitu berat beban yang harus kupikul sehingga aku hampir bunuh diri. Kupikir hanya itu jalan satu-satunya untuk keluar dan persoalan ini.



Beruntunglah saat aku mengambil pisau dapur ketahuan paman. Saat itu juga aku dicegah untuk tidak melanjutkan niatku. Aku terksiap begitu dibentak paman, "Apa kamu sudah gila ya?" Mendengar itu aku cuma bisa menangis, tak kuasa berbuat apa-apa. Rasanya segala yang kuperbuat serba salah.
Waktu itu aku memang ikut paman, setelah ayah dan ibu bercerai. Aku berpikir dengan ikut paman akan lebih aman. Tidak berpihak kepada ayah maupun ibu. Biarlah paman Sebagai pengganti orang tuaku.

Di rumah itu aku diberi kamar sendiri. Kebetulan paman dan bibi tidak punya anak. Hitungannya aku ini sebagai anak angkatnya. Mugkin karena itu aku sangat diperhatikannya, meski aku diambilnya ketika usiaku sudah menginjak remaja, 16 tahun.



Hari-hari pertamaku tinggal bersamanya dengan penuh keceriaan. Akupun mulai lupa dengan persoalan ayah dan ibu. Kupikir tak ada gunanya aku ikut memikirkan persoalan mereka, toh aku sudah dewasa. Dalam sehari-hari aku memang tergolong gadis yang lincah. Dalam berbusana aku paling suka dengan rok mini. Mungkin karena aku senang menampakkan kelebihanku pada paha dan kaki yang putih mulus. Ditambah tubuhku yang ramping dan padat berisi. Dengan tinggi badan 167 cm dan berat 48 kg, ditunjang dengan kesempurnaan payudaraku yang berukuran 36C memang membuat banyak pria yang tertarik bahkan tergila-gila pada diriku.

Sungguh aku tak menyangka jika kesempurnaan penampilanku yang seperti itu malah menjadi bumerang. Memang banyak pria kemudian tergoda melirikku. Tapi yang tidak kusangka sama sekali kalau bahkan pamankupun ikut tergoda.

Malam itu aku tidur tanpa sempat ganti baju. Tidak biasanya aku memang ganti baju. Hanya kalau ingin saja, aku ganti baju tidur. Saat tidur itulah rupanya aku lupa mengunci pintu kamar. Aku baru terbangun ketika kurasa ada tangan nakal mengusap-usap pahaku. Betapa aku terkejut, ternyata yang ada di sisi tempat tidurku adalah pamanku sendiri. Aku terpekik, tapi seketika itu juga tangan paman membekap mulutku.



Dengan penuh harap aku memohon agar paman tak melanjutkan niatnya. Pamanpun memohon maaf dan menyatakan kehilafannya. Kuakui istri paman memang tidak begitu cantik. Ia juga tak begitu pintar merawat diri, sehingga tubuhnya yang gemuk dibiarkan begitu saja. Dalam berpakaian sekenanya, paling banter pakai daster lusuh atau kaos oblong. Kupikir-pikir memang, kok mau-maunya paman sama bibi. Apa tidak ada wanita lain, kata batinku. Aku tak menyalahkan kalau kemudian paman melirik wanita lain, yang tidak kumengerti karena wanita yang dipilih adalah aku, kemenakannya sendiri. Untuk beberapa hari aku masih terus berpikir, jangan-jangan paman akan mengulangi perbuatannya lagi. Itu makanya setiap tidur aku tak bisa nyenyak. Kadang-kadang tengah malam aku terbangun, hanya khawatir paman tiba-tiba masuk kamarku.



Setelah kupikir-pikir, akhirnya kuputuskan untuk keluar dari rumah paman. Daripada tiap hari hatiku tak tenang. Sebenarnya bibi sempat bertanya-tanya tentang keinginanku itu. Apalagi aku masih sekolah, saat itu kelas 2 di sebuah SMU Negeri di Surabaya. Tapi dengan alasan aku kangen pada ayah, dia pun melepaskanku. Pamanku sendiri memaklumi, bahkan masih sempat minta maaf berkali-kali padaku. Rupanya dia sangat menyesali perbuatannya.

Selanjutnya aku memang pergi ke rumah ayah di Bali. Aku sudah tak ingat dengan sekolahku. Pikirku yang penting bagaimana bisa terbebas dari rasa takut. Aku berharap dengan ikut ayah hatiku bisa tentram. Sejak pisah dengan Ibu, ayah memang tinggal di sana karena alasan dagang. Ternyata ayahku sudah menikah lagi dengan seorang gadis asal Kalimantan. Ayahku sendiri berasal dari Sunda.



Aku lebih memilih tinggal bersama ayah karena ibuku telah menikah lagi Bahkan ibu telah menikah untuk kedua kalinya. Yang terakhir dia menikah dengan seorang pegawai negeri. Ketika melihat aku datang, ayah sangat senang. Kebetulan dari pernikahan dengan gadis Kalimantan itu, ayah belum juga dikaruniai anak. Jadilah aku dijadikan anak yang manja. Bagi ibu tiriku juga tak masalah. Dia menganggapku sebagai adiknya, kebetulan dia masih sangat muda, usianya sekitar 30 tahun.



Di rumah ini pun aku mendapatkan sebuah kamar. Hari-hariku boleh dikata lebih banyak bersama ibu tiri. Itu karena ayah terlalu sibuk dengan usahanya di luar. Aku hanya bertemu ayah ketika terlambat tidur, atau pagi sekali sebelum dia berangkat kerja. Sekali waktu aku sudah tertidur pulas ketika ayah datang. Saat itulah ayah masuk ke kamarku yang hanya ditutup kain gorden. Lagi-lagi kejadian serupa yang dilakukan paman terjadi. Aku terbangun ketika ayah sedang asyik mengusap-usap pahaku. Saat itu aku memang sedang mengenakan rok mini. Mungkin ayah sangat terangsang saat menatap rokku yang tersingkap. Aku tak menyangka sama sekali jika ayah bisa berbuat seperti itu. Tidakkah ia ingat bahwa aku ini anaknya, darah dagingnya.Mengapa dia mesti berbuat seperti itu kepadaku. Toh dia sudah punya istri. Apalagi istrinya juga tidak jelek-jelek amat dan masih muda.

Tapi itulah manusia, ketika sudah dikuasai nafsu, akal sehatnya pun hilang. Andai saja aku tak terbangun, entah apa yang terjadi. Mungkin aku sudah ditindihnya. Rupanya Tuhan masib menyayangi diriku. Sejak kejadian itu pikiranku kembali kalut. Kadang-kadang aku berpikir betulkah aku ini anak kandungnya. Jangan-jangan aku cuma anak angkatnya, Sebab kalau memang aku anak kandungnya, mengapa ayah, paman tak melihat aku sebagai bagian dari dirinya.

Seperti ketika paman hendak memperkosaku, akupun berkali-kali menyadarkan ayahku. Aku meminta agar ayah sadar. "Sadarlab pak! Ingat aku ini anakmu masak tega menodai..", kataku setengah berbisik karena takut terdengar ibu tiriku. Untunglah ayah tak memaksa, dan dia pun minta maaf atas apa yang baru ia lakukan.

Esok harinya kami berusaha bersikap seperti biasa, seakan tak terjadi apa-apa. Ayah pun segera berangkat, sepertinya dia sangat malu atas kejadian semalam. Tinggalah aku merenung. Aku lebih banyak berdiam di kamar dengan pura-pura membaca majalah. Padahal hatiku sangat gelisah.



Tidak lama setelah kejadian itu, akhirnya kuputuskan kembali ke Surabaya. Kupikir biarlah aku hidup bersama ibu dan ketiga adik-adikku Selama ini, tiga adik-adikku itu, 2 laki-laki dan seorang perempuan, memang ikut ibu. Barangkali dengan hidup di rumah yang banyak orang aku terhindar dan tangan-tangan jahil. Aku yakin bahwa di rumah ibu lebih aman, apalagi ayah tiriku usianya sudah 50 tahun. Jadi tak mungkin dia macam-macam. Aku juga sekamar dengan adik-adikku.

Sejak saat itu aku juga mulai menjaga penampilanku. Aku tak lagi senang memakai rok mini meski itu menjadi busana favoritku. Tapi barangkali sudah suratan nasibku harus jadi korban kebiadaban. Aku tak habis pikir ada apa sebenarnya ditubuhku sehingga bisa memancing hasrat para lelaki untuk memperkosaku.

Hari ini, siang hari, ketika adik-adikku pada sekolah dan ibu ke pasar. Tiba-tiba saja ayah tiriku yang biasa kupanggil abah sudah mendekapku dari belakang. Belum sempat aku bertanya, dia sudah membalikkan tubuhku dan mendorongku ke tempat tidur. Dalam posisi berhadap-hadapan, akhirnya aku berusaha lepas sambil mengingatkannya.

Aku memohon pada abah agar dia tak melakukannya. Pada saat-saat genting itulah ibu datang dan menyelamatkan diriku. Aku langsung keluar dan mengadu pada ibu. Di pangkuannya aku menangis sejadi-jadinya. Mengetahui kejadian itu, ibu sangat marah. Tapi rupanya abah sudah pergi meninggalkan rumah. Sejak saat itu ibu mewanti-wanti. Ia bilang kalau ada apa-apa jangan sungkan-sungkan mengatakannya.

Entah sudah berapa hari abah tidak pulang, tapi yang kutahu kemudian Ibu mencaci maki abah ketika kembali ke rumah. Abah rupanya sadar dan minta maaf berkali-kali kepada Ibu. Ia juga memanggilku kemudian minta maaf atas perbuatannya. Aku dan Ibu akhirnya berangkulan dan bertangis-tangisan. Kulihat abah hanya menunduk lesu di kursi. Barangkali juga menangis.

Sejak kejadian itu aku betul-betul dibuat bingung. Mau pergi, tapi mau kemana lagi. Sepertinya aku lolos dan mulut singa, tapi masuk mulut buaya. Akibat kejadian demi kejadian, aku jadi takut dekat laki-laki. Setiap ada laki-laki yang ingin mendekat, aku jadi curiga. Aku betul-betul trauma, tak tahu harus bagaimana menghadapinya.

Berhari-hari aku merenung, tapi ibu terus membesarkan hatiku agar tabah menghadapi cobaan ini. Yang penting belum terjadi kan? Percayalah untuk kedua kalinya takkan terulang lagi. Imi akan menjagamu Nak", kata ibuku memberi keyakinan. Untuk tidak menambah kalut pikiran ibu, akupun mengurungkan niatku untuk menceritakan kejadian sebelumnya. Sampai sekarang dia tak tahu kalau sebenarnya percobaan perkosaan ini sudah untuk ketiga kalinya menimpa anak gadisnya. Pikirku biarlah masalah ini kupendam sendiri, yang penting kegadisanku masih utuh. Aku hanya berharap jangan sampai terulang lagi.

Hari-hari selanjutnya kucoba menenangkan diri sambil terus memperbaiki sikapku. Aku juga mulai mengisi hari-hariku dengan kesibukan. Daripada tidak Sekolah, aku ikut kursus komputer dan Bahasa Inggris. Bukan itu saja, diwaktu-waktu senggang aku masih sempatkan ikut fitnes, meski hanya sekali atau dua kali seminggu. Sungguh, dengan ikut fitnes itu tubuhku makin tampak padat berisi dan kata teman-teman aku tambah cantik. Tapi walaupun begitu aku jarang sekali memakai rok, apalagi rok mini. Aku lebih suka memaka celana panjang dengan baju yang tertutup.

Abahku juga rupanya sudah menyadari kesalahannya dan tak pernah lagi melirik-lirik diriku. Mungkin takut sama ibu. Mereka berdua tampak lebih sibuk mengurusi tokonya yang selalu ramai dengan pengunjung.

Disaat-saat aku mulai tenang, timbul masalah-masalah baru dalam hidupku. Dua orang paman tiriku, saudara abah tiriku sama-sama mencintaiku. Pamanku itu kakak beradik, tapi hatiku berkata lebih senang adiknya. Bukan saja usianya yang lebih pas dengan usisiaku, tapi juga wajah adiknya lebih ganteng.

Rupanya mereka berdua, sebut saja Paman A dan Paman B saling bersaing ketat untuk merebut hatiku, meski di antara mereka tak saling tahu. Entah mengapa aku begitu sulit menolak ajakan mereka. Makanya ketika A membelikan cincin atau keperluan lainnya, akupun menerimanya saja. Padahal Jujur kukatakan aku tak begitu suka dengannya. Kepada B aku suka, tapi sayang terlalu pecemburu. Aku khawatir terjadi apa-apa di antara mereka.

Pada saat bersamaan aku berkenalan dengan Kus, seorang rnahasiswa sebuah PTS di Surabaya. Pemuda ini cukup terpelajar, akupun senang.Herannya, yang mengenalkan Kus kepadaku adalah paman B. Mereka adalah teman akrab. Aku betul-betul dibuat bingung oleh ketiga laki-laki ini. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan. Kus sendiri mengaku telah punya tunangan. Tapi katanya dia lebih mencintai aku.

Dalam usia 19 tahun sekarang sebenarnya aku juga sudah kepingin kawin. Tapi siapa di antara ketiga laki-laki itu yang layak kupilih? Dengan A atau B tidak mungkin, sebab bagaimanapun dia adalah pamanku, meski hanya paman tiri. Dengan Kus aku masih ragu, walaupun seandainya disuruh memilih aku pilih dia.

Dalam kebingunan, rasanya aku ingin pergi jauh untuk menenangkan diri. Aku ingin kerja, meski itu di luar negeri sekalipun. Tentu  pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang kumiliki. Tapi dimana?

Promo : Cobalah Kehebatan anda di M88 Taruhan Online dan Tempat Judi Online terbesar di Asia. Mulai dari Poker, Casino Online, Taruhan Sports, iLotto, Keno, dan masih banyak lagi. Jadikan mimpi anda kenyataan bersama M88.com. Untuk daftar Gampang dan Mudah, Silakan daftar langsung dengan klik gambar di bawah ini :
Untuk panduan daftar M88.com bisa baca Panduan lengkap daftar M88.com.
Read More

Thursday, December 27, 2012

Cara Mengetahui SEO Template Blog


Cara Mengetahui  SEO Template Blog - Lelah dengan segala upaya meningkatkan SEO Blog anda untuk memenangkan Kontes SEO mulai dari edit Template sampai Teknik OnPage/OFFPage itu semua akan sia - sia apabila anda belum mengetahui seberapa kuat SEO dari blog anda. Maka dari itu saya akan rekomendasikan situs penilaian SEO dari suatu blog.

Situs / WEB 1 Cara Mengetahui  SEO Template Blog
  1. Masuk ke situs chkme.com
  2. Isi Url situs sobat. Terakhir pilih Check SEO Score situs sobat.
  3. Anda akan diberikan hasil penilaian secara rinci SEO Template Blog Sobat dan Score SEO.


Cara Mengetahui  SEO Template Blog

Situs / WEB 2 Cara Mengetahui  SEO Template Blog 
  1. Masuk ke situs SEO Analyzer 
  2. Isi Url situs sobat. Terakhir Check
  3. Anda akan diberikan hasil penilaian secara rinci SEO Template Blog Sobat dan Score SEO.

 Untuk sobat ketahui penilaian dari kedua situs diatas berbeda. Silakan sobat coba. Situs ini mendapat 100 % SEO Score hahaha dari penilaian situs pertama.
Semoga bermanfaat ya sob.
Read More

Wednesday, December 26, 2012

Cerita ini merupakan pengalaman pribadi aku sendiri. Sebelum itu aku perkenalkan diri aku dulu, nama aku Beny, umur 18 tahun, tinggi 180 dengan berat 78kg aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang terkenal di jakarta.

Aku mempunyai seorang pacar namanya Leni, tingginya 170 dengan berat 61kg berumur 25 tahun. Yaitu 7 tahun lebih tua dari pada aku. Seringkali teman aku menyebut aku sebagai simpanan tante-tante. Tapi aku senang-senang saja dengan perkataan teman-teman ku. Memang dari dulu aku lebih suka wanita yang lebih tua dari aku. Dan lebih dewasa tentang pelajaran sex tentunya.

Selama aku pacaran, aku belum pernah bertemu dengan Leni karena dia tinggal dikota Surabaya. Awalnya kami berkenalan dari sebuah game online yang mungkin sampai saat ini para wanita menyukainya gamenya. Kami berkenalan dari situ dan hingga menjadi pacaran.

Setiap hari kami pun selalu berkomunikasi melalu telepon. Pada suatu waktu dia menelepon aku pada pukul 22.00 aku pun asik bercerita apa adanya dengan dia. Dan boleh anda ketahui bahwa Leni memliki sifat hypersexsual tetapi dia masi perawan dan tidak pernah bermasturbasi. Dia tidak mau menghilangkan keperawanannya dengan bermasturbasi. Dan dy juga memiliki prinsip Virgin buat suami.sama dengan aku, aku juga masih perjaka tetapi aku selalu melakukan onani setiap hari.

Aku sering bercerita tentang pengalaman seks aku dengan melakukan onani. Dan ketika kami berbicara tentang seks, dengan tanpa malu aku bertanya:
"Yank, kamu sebenarnya mau gak sich kalo keperawanan kamu itu buat aku??"
"Ya, aku sih mau, tapi aku juga harus jaga prinsip aku. Aku maunya service kamu aja sampe kamu puas", ujarnya.
"kamu emang ga mau aku puasin juga yach??", tanyaku
"Mau lah yank. Mau banget malah. Tapi jangan di masukin ke memekku yah", ujarnya dengan bicara tanpa malu.

Setelah beberapa lama memendam rasa ingin berhubungan dengan pacarku, akhirnya ketika libur sekolah 2007 kemarin aku meminta ijin kepada orang tuaku untuk berjalan-jalan ke Surabaya bersama teman-temanku. Dan kedua orang tuaku mengijinkan aku untuk pergi ke Surabaya untuk beberapa hari.



Singkat cerita, sebenarnya aku pergi ke Surabaya sendiri. Tidak di temani satu orang pun. Dari membeli tiket pesawat, transportasi dll. Ketika aku sampai di sana. Pacarku langsung menjemputku. Baru pertama kali ini aku melihat dia. Dia begitu cantik, sexy, dan kulitnya cokelat matang dan mulus sekali. Aku melihat bagian tubuhnya dari atas sampai bawah tidak ada satu bagian tubuhnya yang terlewatkan untukku perhatikan. Buah dada nya yang ukurannya cukup besar.


Dia memakai rok mini sebatas paha dan kaos T-shirt yang ketat dan tidak berlengan. Batang kemaluan aku pun di buat tegang ketika melihat keindahan tubuhnya. kapan lagi gue bisa ngerasain cewe kaya gini batinku

Kemudian aku pun di antar dia ke sebuah hotel dekat tempat kostnya di Surabaya.
Ketika sampai di hotel. Dia pun memesankan satu kamar buat aku dan dia untuk melakukan hubungan sexsual. Dan kami pun masuk ke kamar hotel.

"Len, cantik banget kamu Say", godaku.
"ach masa? Kamu juga gagah dan ganteng yank", ujarnya dengan suara genit
"Serius len, aku biasa Cuma liat kamu di foto tapi sekarang bisa langsung liat kamu secara langsung. Aku kagum sekali punya pacar kaya kamu", ujarku
"Huw, dasar kamu!!", sambil tertawa canda

Setelah duduk-duduk aku pun sudah tidak sabar ingin merasakan ciuman hangatnya. Ketika duduk di sofa aku pun langsung menciumnya dengan penuh nafsu. Dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut. Dan lidah aku menjilat-jilat bibir dia. Ini baru pertama kalinya aku merasakan ciuman yang sangat menebarkan hatiku. Sehingga puncak nafsuku naik.dan aku pun memeluknya dengan erat sambil menciumi lehernya.

"Say, kapan nich di servicenya?", tanyaku.
"Sante aja atuh, lagian kan kita belum makanujarnya."

Kemudian kami pun memesan makanan terlebih dahulu dan setelah makan kami pun masuk ke kamar untuk menuntaskan nafsu aku.

Setelah masuk kamar dan kunci kamar aku kunci. Aku pun langsung merebahkan dia ketempat tidur dan tanpa malu-malu aku lumat bibir manisnya itu dengan bibirku. Dan dia juga menghambar lumatanku. Sehingga kami pun bercinta dengan romantis.

"say, hebat banget kamu cium akunya", Goda Leni dengan tertawa centil.
"yah,iyah lah say. Kapan nich aku di service??", ujarku
"Tanpa menjawab dia pun menciumi bibirku dan perlahan-lahan membuka celanaku dan bajuku, dan dalam sekejap aku pun telanjang bulat di depannya dengan batang kemaluan 17cm yang sudah menegang.

"kamu udah ahli ya say",Kataku.
"Hihihih. Abisnya kontol kamu besar dan bikin aku gemes say", ujarnya.
Kemudian di kocoklah batang kemaluanku yang menegang dengan perlahan dan ragu.
Maklum dia dan aku sama-sama belum pernah bersetubuh sebelumnnya. Sehingga kami pun melakukan apa adanya dengan naluri kenafsuan.

Nikmat sekali kocokannya, tidak pernah terbayang seumur hidupku bila dikocok batang kemaluanku oleh wanita yang cantik dan sexy tersebut. Setelah itu dia pun menciumi kepala penisku yang berbentuk seperti helm dan mulai mengulumnya.

"Mmhh...", ujarku.Merasa kenikmatan.
Sambil mengulum batang kemaluanku, dia pun memegang selangkanganku dan menjilatin buah pler ku yang membuat aku merasa terangsang.
"Aahh.. enak banget Say... terus... mmpphhh", ujarku.ketika merasakan kenikmatan.

Selama 10 menit dia mengulum dan mengocoki batangku dengan berbagai cara. Aku pun mencapai orgasme dan mengeluarkan spermaku kemulutnnya
"Crot... crot... crot...", keluarlah air maniku di mulut pacarku. Leni pun pertama-tama enggan untuk menelan spermaku. Tetapi ku paksa untuk menelannya. Karena aku yakin sperma dapat membuat seseorang wanita awet muda.

Setelah aku mencapai orgasme. Aku pun menciumi dia sambil berbaring di tempat tidur
Say, sini sekarang gantian kamu aku puasin ujarku.sambil meremas-remas buah dada yang sudah mengencang tetapi masih ditutupi kaos.
"Ahh... sini puasin aku, tapi janji yah jangan di masukin atau mencolok memekku", ujarnya.

Aku pun tidak menghiraukan perkataannya dan langsung membuka bajunya dan membuka branya yang berwana pink.
WOW!! Buah dadanya sangat menantang didepanku.
"Belum pernah aku melihat buah dada sebesar ini", kataku kepadanya. Dia pun tertawa kecil sambil merintih keasikan.
Ternyata setelah kuselidiki.ukuran BH-nya 36C. itu cukup besar untuk seorang wanita.

Dengan nafsunya aku menjilati putingnya yang berwarna merah muda. Dan ku hisap dengan penuh nafsu.
"Oohh... Terus Say... Enak bangett... Aachh... mmhh", ujarnya.
Aku pun melanjutkan dengan menyusuri perut hingga selangkangannya serta kedua tanganku terus memeras kedua dada nya yang tergantung bebas. Aku pun kemudian menjilati selangkangannya dan tidak sengaja terkena bibir vaginanya.


"Ahh", katanya ketika mengetahui aku menjilati bibir vaginanya.
"Ups. Sory aku ga sengaja", ujarku.dan aku langsung menghentikan jilatanku.
"Bukan itu Say. Rasanya enak sekali. Aku ingin kau melakukan lebih dari ini", katanya.


Tanpa basa basi aku pun langsung membuka CD nya yang berwarna pink itu.
Dan aku pun langsung merasakan dan melihat langsung bentuk memek sebenarnya yang belum pernah kulihat langsung (biasanya aku melihat hanya di BF). Ternyata bentuknya sangat indah dan mungil. Dan bulu kemaluannya pun dirawat setiap hari oleh kekasihku.

"Mantap sekali memekmu say", ujarku.
"Itu kan sudah kurawat hanya untukmu say, jadi jangan di sia-siakan malam ini yah", jawabnya.

Lalu aku pun langsung menjilati vagina nya yang sangat sempit itu.dan aku menjilati bagian klitorisnya sehingga menimbulkan desahan yang nikmat...
ini baru namanya memek perawan, pikirku.
Sekitar 5 menit aku menjilatinya serta memeras buah dadanya, akhirnya dia pun mencapai orgasme dan badannya pun mengejang untuk beberapa saat. Dan pada saat ini lah dia baru pertama kali merasakan orgasme.

"Achh... Ohh... Nikmat sekali Say. Benar juga apa yang kamu bicarakan tentang nikmatnya orgasme", ujarnya sambil menciumi bibirku kecil-keci.
"Ini kan baru permulaan say, nanti kita baru rasakan surga dunia yang sebenarnya", ujarku dengan penuh tahu (padahal aku pun juga belum pernah merasakan bersetubuh dengan wanita).

Setelah 20 menit aku berbaring telanjang bulat dengan dia, napsu birahi aku dan kekasihku pun mulai melonjak. Aku langsung memegang batang kemaluanku dan menyodorkan kepada Leni.
"Len, isep dong say, ga tahan nich", kataku.
Tanpa basa basi pun dia langsung menelan batang kemaluanku yang lumayan panjang semuanya sampai ke buah pler ku. Dan di kocokinya dengan irama yang cepat.

"achh... Ayo say... terus... enakk... ahh...", ujarku menahan nikmat.
Sambil mengulum penisku, aku meminta agar kita bermain dengan gaya 69 (gaya yang sering aku liat di film BF). Dia pun langsung menindih aku dengan arah terbalik. Aku pun dengan leluasa menjelajahi seluruh kewanitaannya.

Ketika aku memainkan klitorisnya dia pun menambah terangsang.
"Achh... Nikmat say... Ayo cepat ahh... Aku ga sabar pingin di masukin kontol kamu", ujarnya.
Tanpa bicara dia pun langsung melentangkan badannya dan aku pun perlahan-lahan memasukkan penisku yang lumayan besar kedalam vaginanya yang sangat sempit.

"Dah siap keperawananmu aku ambil say?", godaku sambil memegang pantatnya yang begitu montok.
"SudaH Siap Koq!! Cepet masukin ah", ujarnya agak sedikit sebal karena sudah ingin dimasuki kontolku kedalam lubangnya.

Aku pun perlahan memasukan kepala penisku.dia pun merintih kenikmatan... sedikit demi sedikit aku memasukinya dengan menggerakkannya maju mundur. Dan lama kelamaan aku pun merasakan sudah agak mudah memasukinya karena dia vaginanya pun mulai lembap dan basah. Setelah hampir 10 menit akhirnya aku dapet memasukan semua penisku kedalam liang vaginanya...

Selang beberapa menit aku menyodokkan kemaluan aku keliang surganya. Dengan posisi kedua kakinya diletakkan dipundak aku sehingga bibir kemaluannya nongol dan menyempit sedikit-demi sedikit aku gerakkan batang kemaluan aku maju mundur sambil tangan aku meremas kedua belah buah dadanya yang semakin kencang.

"Achh... achh... Nikmat ochh... sshh...", desahnya seiring naik turunnya tubuhnya dan menahan rasa sakit di masukkan oleh kontolku yang besar. Dan ketika aku menyodok naik turun, aku merasakan aku menembus suatu dinding halus, dan psstt... aku pun langsung memberhentikan sodokanku ketika kekasihku pun menjerit kesakitan. Ternyata aku telah mengambil keperawanannya. Kulihat darah keperawanannya mengalir dan berceceran ke sprei tempat tidur kami.

"Say, kamu uda ga perawan lagi", kataku sambil menyodok penisku ke liang vaginanya.
"Gak apa apa say, enak banget rasanya, kalau tau rasanya kaya gini, dari dulu pasti aku uda ga bakal jadi perawan lagi', ujarnya.
"Dasar kamu!! Hoki aku yang ngambil keperawanan kamu", balasku sambil penuh canda dan akupun melanjutkan permainan kami dengan penuh sensasi.

Sekali-sekali aku menciumi pundaknya dan meremas payudaranya yang bergelantungan dengan bebas. Ini emang pengalaman yang menyenangkan batinku.
Setelah itu kami pun mencoba doggy style walaupun tidak mahir aku pun mengikuti birahiku. Semakin lama aku menggoyangkan tubuhku serta meremas puting yang indah itu. Aku pun semakin menggeliat-geliat tak tertahankan.

Aku terdiam sejenak merasakan hangat dan denyut memek kekasihku. Kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut dan ngilu-ngilu enakk... dan akupun makin mempercepat gerakan-gerakan maju mundur.. sampai akhirnya kurasakan ngilu... geli... yang amat sangat... aku tak tahan lagi, kutekan kontolku sedalam-dalamnya.

"Achh... aku mau keluar say... mhh...", ujarku.
"Ohch... oachh... achh... aku juga mau keluar say. Barengan aja", katanya.
"Aku keluar didalam aja yah?", tanyaku.
"Yah. Didalam aja. Ochh... 2 hari lagi uda mau dapet... Ahh...", balasnya sambil menjerit kenikmatan.

Aku pun langsung mempercepat irama dan Leni pun menggoyangkan pantatnya semakin kencang dan berputar-putar seperti orang kesurupan dan sesekali dia merintih kenikmatan.

"Crot... Crot... Crot...", kurasakan tubuhku bergetar keras seperti menggigil kedinginan. kekasihku dengan erat mencekengkram pundakku dan tubuhnya ikut menggelinjang seperti ngilu. Air maniku yang hangat seluruhnya tumpah kedalam liang vaginanya. Sungguh ini baru namanya surga dunia. Dan keperjakaan aku pun sudah diambil oleh kekasihku sendiri. Ternyata lebih nikmat di bandingkan onani yang kulakukan setiap hari. Dan aku pun mencabut penisku dari vaginanya dan terbaring lemas.

"Gimana? Surga dunia?", tanyaku sambil mengatur napas karena kelelahan.
"Enak banget say. Bukannya surga dunia, tapi surganya surga", jawabnya sambil tertawa kecil dan berbaring di pangkuanku.

Kemudian kami pun ketiduran telanjan bulat Cuma di tutupi selimut. Sampai kira-kira jam 9 malam (tidak terlalu jelas waktunya karena waktu itu aku masih tertidur pulas). Aku merasakan ada yang menjilati penisku. Ketika kulihat, ternyata kekasihku sedang menghisap penisku karena ketagihan dan napsu birahinya mulai melonjak.

Dan pada malam itu pun kami bersetubuh lagi hingga 6 kali. Tentu dengan orgasme yang lebih nikmat dan permainan yang baru. Karena sudah tidak ragu-ragu dalam melakukan persetubuhan ini.

Dan setelah aku balik ke Jakarta dia pun kadang-kadang datang ke Jakarta hanya untuk bersetubuh denganku, sebab dia tidak mau bersetubuh dengan orang lain selain aku. dia setiap hari melakukan masturbasi untuk menuntaskan kenafsuannya ketika dia berada di Surabaya. Dia biasanya 2 atau 3 bulan sekali datang ke Jakarta untuk menuntaskan napsu birahinya kepadaku. Aku pun sangat senang untuk melayaninya. 
Read More

Tuesday, December 25, 2012

Cara Membuat Page 1 2 3

Membuat Page 1 2 3 di Website - Hai sobat cara ini merupakan panduan bagi kalian yang ingin belajar Web. Jika anda memiliki "Dinamic Website" yang besar dan memiliki ribuan item /product anda pasti kesulitan untuk menampilkan item tersebut satu persatu secara beraturan, otomatis dan terkendali.

Solusinya adalah anda bisa memakai halaman.
<-previous 1="1" 2="2" 3="3" next-="next-"> 

Jika anda menggunakan blog cara ini sangat banyak di google tapi jika anda membuat web dari dasar cara ini  sedikit di google. Jadi saya akan menunjukkan  bagai mana cara membuat halaman bertingkat dalam sebuah website yang content nya di generate dari database. Anda bisa menentukan berapa item yang akan ditampikan. Ok Langsung saja.








Tabel database yang saya gunakan (ini hanya contoh):
-----
CREATE TABLE `content` (
  `id` int(225) NOT NULL auto_increment,
  `judul` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL default '',
  `isi` longtext collate latin1_general_ci NOT NULL,
  PRIMARY KEY  (`id`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=5 ;
-----

Koneksi db.php:
------
$dbhost = 'localhost';
$dbusername = 'user_kamu';
$dbpasswd = 'pass_kamu';
$database_name = 'database_kamu';
#under here, don't touch!
@$connection = mysql_pconnect("$dbhost","$dbusername","$dbpasswd") or die
("MySql Putus tidak bisa connect ke server");
@$db = mysql_select_db("$database_name", $connection) or die("Database tidak ditemukan");
?>
------


Deskripsi Script:
--------------------------
/* ini kita include koneksi database */
include 'db.php';
/* tentukan table nya */
$table = content;
$hal = $_GET[hal];
/* jika page default nya 1 */
if(!isset($_GET['hal'])){
    $page = 1;
} else {
    $page = $_GET['hal'];
}
/* tentukan jumlah item per halaman */
$max_results = 5;
/* halaman di kali MAX jumlah item per halaman dikurangi MAX jumlah item per halaman */
/* logika: 1 x 5 = 5  ,  5 - 5 = 0   , jadi id database dimulai dari 0*/
$from = (($page * $max_results) - $max_results); 
/* tampilkan dari databse, LIMIT dari contuh diatas id dari 0 sampai 5 */
$sql = mysql_query("SELECT * FROM $table ORDER BY id DESC LIMIT $from, $max_results ");
while($row = mysql_fetch_array($sql)){
/* display result, ini tergantung table database mu */
?>



| Halaman Ini dibaca kali





}
$total_results = mysql_result(mysql_query("SELECT COUNT(*) as Num FROM $table"),0);
$total_pages = ceil($total_results / $max_results);
/* bangun jumlah hiperlink halaman*/
echo "
Select a Page
";
/* bangun Previous link */
if($hal > 1){
    $prev = ($page - 1);
    echo " <-previous a="a"> ";
}
for($i = 1; $i <= $total_pages; $i++){
    if(($hal) == $i){
        echo "$i ";
        } else {
            echo "
$i ";
    }
}

/* bangun Next link */
if($hal < $total_pages){
    $next = ($page + 1);
    echo "Next->";
}
echo "
";
?>
----------------
Read More

Monday, December 17, 2012

Cara Pasang Tombol Share ke Social Bookmarking

Cara Pasang Tombol Share ke Social Bookmarking

Cara Pasang Tombol Share ke Social Bookmarking -  Untuk meningkatkan trafik pengunjung salah satu cara yang digunakan adalah mendaftarkan artikel - artikel anda ke Situs Social Bookmarking, Social bookmarking Network , Favourite Bookmarking dan lain sebagainya. Misalnya mendaftarkan postingan blog anda ke digg, stumbleupon, ma.gnolia, delicious, furl, technorati, simpy, spurl, reddit, mybloglog, blogcatalog, dan situs social bookmarking lainnya. Telah diakui cara ini cukup efektif untuk meningkatkan pengunjung blog.

Untuk yang ingin memasang Tombol Share ke Social Bookmarking silakan ikuti langkah dibawah ini :

1. Pertama, login dulu ke Blog sobat
2. Masuk ke tab Rancangan (Design/Layout) -> Edit HTML
3. Klik pada Expand Widget Templates
4. Kemudian Carilah kode berikut ini

 <data:post.body/>
atau
<data:post.body/>

5. Setelah ketemu, letakkan kode ini setelah kode
    <div style='border-top:0px solid #ccc;border-bottom:3px solid #FE9A2E; padding:10px 0px 10px 0px;margin:15px 0px 7px 0px;width:100%;float:left;height:23px;'>

    <div style='float:right;'>

    <span class='st_twitter_hcount' displayText='Tweet'/><span class='st_facebook_hcount' displayText='Share'/><span class='st_email_hcount' displayText='Email'/><span class='st_sharethis_hcount' displayText='Share'/>

    <script src='http://w.sharethis.com/button/buttons.js' type='text/javascript'/><script type='text/javascript'>stLight.options({publisher:&#39;63b83a98-def5-427f-ac7c-4b24bcff910d&#39;});</script>

    </div>

    </div>
6. Simpan template blog sobat dan lihat hasilnya.
Sekian informasi Cara Pasang Tombol Share ke Social Bookmarking . Semoga bermanfaat.
Read More

Saturday, December 15, 2012

Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk

Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk
Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk -  Setelah lama menggunakan Windows XP ingin rasanya menggunakan OS Windows 7 apalagi saya sudah punya laptop baru ya harus di ganti. Permasalahan yang timbul bagaimana instal windows 7 karena laptop saya tidak ada DVD drive. Buat teman - teman yang senasib dengan saya tidak usah bingung. Saya sudah punya cara yang gampang dan cepat. Silakan baca langkah dibawah ini :

Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk

  1. Anda harus sudah punya file Instalasi Windows 7 karena terlebih dahulu harus mengubahnya ke bentuk ISO.
  2. Download Windows7 DVD Toll. Download disini jika belum punya.
  3. Setelah mengubah ke bentuk ISO.Masuk kesini untuk panduan cara membuat file ISO . Jalankan Windows7 DVD Toll.

  4. Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk
  5.  Pilih browse. Cari lokasi file iso windows 7

  6. Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk

  7. Pilih USB device.

  8. Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk

  9. Pilih Flasdisk yang anda gunakan. Akhiri dengan Begin copying. Biarkan proses selesai.


Sekian info Cara Instal Windows 7 Dari Flashdisk. Semoga bermanfaat.


    Read More

    Wednesday, December 12, 2012

    Cara Membuat File ISO Windows 7

    Cara Membuat File ISO Windows 7 - Buat anda yang sedang membuat Installer Windows 7 dengan Flasdisk cara ini memang perlua digunakan. Saya akan menjelaskan Cara Membuat File ISO Windows 7 dengan menggunakan Image Burn. Sebelumnnya silakan anda download Image Burn. Ikuti Langkah dibawah ini  :


    1. Jalankan Image Burn
    2. Pilih Create Image File From Files/Folders
    3. Cara Membuat File ISO Windows 7

    4. Selanjutnya Pilih Source (dimana tempat file Installer windows 7 ) dan Destination (dimana anda tempatkan hasil iso windows 7 )
    5. Cara Membuat File ISO Windows 7

    6. Selanjutnya Build (Gambar paling bawah). Tunggu sampai proses selesai.
    7. Sekian Cara Membuat File ISO Windows 7  dari saya. Selamat Mencoba.

      Read More

      Sunday, December 9, 2012

      Panduan Install Windows 7 Terbaru

      Panduan install windows 7 - Buat yang masih make windows xp dan ingin menggunakan windows 7 silakan ikuti cara ini.

      1.DVD windows 7 (banyak di jual di pasaran..heheeh,dari teman juga ad)
      2.Komputer laptop yang mau di install.

       langkah - langkah installasi:
      • Masukin cd installasi
      • Untuk laptop Acer,Toshiba,Asus,Axio, tekan tombol F2 untuk masuk ke boot, untuk laptop Compaq tekan tombol F9 ...
      • Ganti Boot  dari CD/DVD drive. ('PERHATIAN"jangan tekan nya kuat2 amat...ntr jebol tu keybord..hahaha,pelan2 aja ok.")
      • Jika sudah Save.

      Tunggu...sampe keluar tampilan seperti ini:
      1.

      Panduan install windows 7
      2.Kemudian muncul tampilan seperti di bawah, langsung saja klik next
      Panduan install windows 7




      3.Selanjut nya...klik Install Now
      Panduan install windows 7


      4.Langsung aja centang yang ada tulisan"I accept the license themes", terus klo udh klik next 
       Panduan install windows 7
      5. Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced)
      Panduan install windows 7


      6.Setelah itu anda bisa Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven 7 ,"contoh di bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi", jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari pada bingung untuk yang pertama kali instalasi windows coba langsung pilih next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.

      Panduan install windows 7


      7.Selanjutnya proses installasi sesungguhnya pun dimulai,,,kira-kira kurang dari sejam udah selesai kok...:)


      Panduan install windows 7

      8.Setelah proses di atas selesai komputer akan otomatis restart sendiri
      9.Setelah itu Ketikkan nama user dan nama komputer anda, terserah apa aja.
      10.Jika ingin memasukkan paswword masukin password anda ke kolom pertama dan kedua,dan harus sama.kemudian password hint di isi one jika anda lupa nantinya..tapi gak di isi juga gak apa apa..langsung aja klik next ..

      11.Udah saatnya anda masukin Windows Product key, biasanya ada di paket dvd intalasi nya. kalo misalnya anda tidak punya poduct key nya di kosongin aja,anda diberi kesempatan mencoba windows 7 selama 30 hari. Jika anda menggunakan windows bajakan, anda bisa melakukan trik ini . Download aplikasi ini untuk menjadikan Windows bajakan menjadi original. Untuk panduan baca disini

      12.Selanjutnya anda akan disuruh memilih settingan apakah windows akan otomatis mengupdate sendiri atau tidak, pilih aja terserah anda..hehehe

      13.selanjutnya setingan time zone sesuaikan dengan tempat tinggal anda

      14.Selesai,tinggal anda install driver hardware komputer agar windows berjalan secara maksimal, seperti driver vga, audio, chipset, network, bluetooth dan lain2 klo belum terpasang,tapi biasanya windows 7 biasanya sudah support.good luck

      Sekian dari saya semoga anda senang semua senang dengan  Panduan install windows 7.
      Read More